Comments

Sabtu, 11 Juni 2016

Terbongkar! Inilah Kesalahan Eropa dalam Menilai Rempah-rempah di Abad Pertengahan



Sumber gambar: http://www.landofthebrave.info
Dahulu, rempah-rempah merupakan barang istimewa yang banyak digunakan untuk kepentingan ritual keagamaan, bumbu pelengkap makanan, pengawet, bahkan untuk menunjukan status sosial. Salahsatu wilayah yang mengistimewakan rempah-rempah adalah Eropa, karena bagi penduduk Eropa rempah-rempah merupakan barang langka untuk didapatkan namun kebutuhan penggunaanya sangat tinggi. itulah sebabnya Colombus melakukan pelayaran hingga tersasar ke Benua Amerika.
Namun karena akses mendapatkan rempah-rempah sangat sulit dan informasi sumber rempah-rempah juga sangat minim, penduduk Eropa sering membuat asumsi yang salah mengenai rempah-rempah. Apa sajakah kesalahan persepsi Eropa mengenai rempah-rempah?

1.    India dianggap Sumber Rempah-rempah

Banyak persepsi umum yang berkembang di Eropa pada abad ke 14-15 yang menganggap bahwa rempah-rempah berasal dari India. Hal ini dikarenakan India merupakan pasar perdagangan rempah-rempah terkenal, yang letak tepatnya berada di kota pesisir India sebelah Selatan, yaitu Malabar.
Ketika De Gama seorang pelayar yang di biayai Portugis datang untuk pertamakalinya ke Malabar pada tahun 1508 M, tempat tersebut sudah banyak di diami oleh para pedagang Arab dan Cina. Para pedagang inilah yang kemungkinan besar menyebarkan kembali rempah-rempah ke negeri lain hingga sampai ke Eropa. Padahal rempah-rempah yang ada di Malabar sebenarnya didatangkan langsung dari Nusantara seperti Ternate, Tidore, Sumatera, dan kepulauan rempah-rempah lain di Nusantara.

2.    Kesalahan Eropa dalam Memberikan Nama

Persepsi bahwa sumber rempah-rempah berasal dari India begitu melekat dalam persepsi penduduk Eropa. Hal ini berakibat pada kesalahan dalam memberikan nama penduduk dan nama suatu geografis yang baru mereka temui. Salahsatunya adalah pemberian nama suku Indian pada penduduk pribumi Amerika, karena wilayah yang diklaim di temukan oleh Colombus tersebut disangka wilayah India yang menghasil rempah-rempah. Padahal penduduk asli Amerika sendiri bernama suku Apache.
Selain itu, wilayah yang sekarang disebut Indonesia pun pada jaman penjajahan Belanda diberi nama Hindia. Alasanya sama, karena wilayah tersebut dianggap India, negeri penghasil rempah-rempah. Padahal kita tau, bahwa negeri penghasil rempah-rempah bukan India, tetapi negeri yang terdiri dari berbagai kepulauan yang memiliki nama tersendiri, yang sekarang disebut Indonesia. 

3.    Rempah-rempah berasal dari Surga

Eropa di abad pertengahan, merupakan negeri yang penduduknya selalu diselimuti oleh dunia khayal dan imajinasi. Asal-usul rempah-rempah merupakan salah satu korban dari buah imajinasi orang-orang Eropa abad pertengahan.
Di Eropa abad pertengahan, rempah-rempah merupakan bahan kebutuhan orang Eropa yang menjadi unggulan. Bukan hanya karena rasa dan fungsinya, tetapi juga karena kelangkaan dan harganya yang pada saat itu sangat tinggi. Sehingga rempah-rempah kadang dijadikan objek untuk menunjukan status sosial seseorang.
Namun, kebutuhan yang tinggi dan kemisteriusan asal-usul rempah-rempah membuat orang Eropa sebelum zaman pelayaran menjadi sangat terobsesi terhadap rempah-rempah. Akhirnya sebuah persepsi salah mengenai keberadaan rempah-rempah pun berkembang, bahwa rempah-rempah datang dari Surga yang turun ke bumi di sekitar laut Meditariana. Asumsi bahwa rempah-rempah muncul dari surga terus berkembang hingga Eropa memasuki zaman pelayaran. 

4.    Bau Rempah-Rempah Di Anggap Mampu Meredakan Wabah Pes

Di Abad ke-14, Eropa mengalami bencana besar yang telah menewaskan jutaan jiwa. Bencana tersebut adalah Wabah Pes atau orang Eropa Abad Pertengahan menyebutnya sebagai Black Death. Bencana ini muncul di London yang menurut beberapa peneliti disebabkan oleh virus yang dibawa oleh tikus rumah. Namun dibalik bencana besar tersebut, ada penelitian di jaman itu yang menyimpulkan bahwa aroma rempah-rempah mampu meredakan Wabah Pes.
Kesimpulan ini muncul ketika orang-orang sudah mulai putus asa dengan penyakit mengerikan ini, hingga akhirnya seorang wanita dari Bedford bernama Lucy melakukan penelitian medis dan menyimpulkan bahwa wabah Pes disebabkan oleh bau yang menyengat. Mungkin kesimpulan bahwa wabah pes diakibatkan oleh bau menyengat karena pada saat wabah itu berlangsung banyak orang-orang yang tergeletak mati membusuk di halaman rumah dengan mayat yang menghasilkan bau menyengat.
Karena wabah pes disebabkan oleh bau yang menyengat, maka untuk menanggulangi wabah tersebut adalah dengan membuat wewangian lain yang dapat mengalahkan bau menyengat mayat. Maka, rempah-rempah dan wewangian pun digunakan untuk menciptakan bau harum agar bisa menanggulangi wabah mengerikan itu.
Tentunya, kesimpulan bahwa Wabah Pes disebabkan oleh bau yang menyengat tersebut dikarenakan teknologi untuk mendiagnosa sebuah penyakit pada masa itu belum memumpuni. Orang-orang pada abad itu pun belum mengenal akan adanya bakteri dan mikroba, hingga kesimpulan yang menggunakan panca indera pun harus dipilih untuk membuat sebuah kesimpulan medis.
  
Sumber:
Turner, Jack., Sejarah Rempah, 2011, Julia Absari (penj), The History of Temptation, Komunitas Bambu, Depok. 

Penulis:

1 komentar:

  1. I am pleased to be able to read what you have to say. Greetings and success always for me and you.
    Do not forget to see also or follow me mural.id - muralcafe.com - grosirklg.com - obat kuat cialis and obat kuat viagra | obat kuat cialis | obat kuat maxman

    BalasHapus