Selasa, 23 Agustus 2016

Pendidikan Adalah Amanah Negeri

Pendidikan seperti lakasana pengembara yang selalu ada disetiap pelosok negeri, bukan tidak mungkin sebuah potensi yang dahulu hanya sebatas mimpi kini akan menjadi kenyataan yang siap dikabulkan dimasa depan. Potensi yang berani mengemban amanah terbesar sepanjang masa. Amanah yang berbentuk penguasa akan dibawa oleh seseorang yang peduli bangsa. Berani membawa sebuah amanah yang disimpan di atas pundaknya dan dicatat oleh pikirannya dan diteguhkan dalam hatinya yang hanya untuk mengabdi pada negeri. Dan amanah itu adalah pendidikan. Lalu siapa yang membawanya? Tentu itu adalah KAMU.

Tapi ada suatu hambatan yang selalu siap menekan. Hambatan yang tak kalah semangatnya untuk menjatuhkan mereka yang sedang berusaha maju kedepan. Suatu hambatan yang berbentuk kesalahan sering muncul secara tiba-tiba tentunya bukan datang dari tempat asing yang sebetulnya tanpa kita sadari bahwa kesalahan itu muncul dari dalam diri kita sendiri. Itulah yang membuat sekian harapan tidak terpenuhi karena sirna ditengah jalan. Tujuan yang akhirnya sia-sia pantas dibebankan pada mereka yang berjalan lamban. Sehingga keinginanpun hanya muncul dalam pikiran dengan segudang harapan yang ingin segera terkabulkan dan sulit rasanya jika tidak direalisasikan dengan perubatan.

Karena hanya sebatas kata yang terucap. Untuk bisa mencapainya saja kita hanya bisa berharap, bukan bertindak. Hal itulah suatu tebusan yang harus terpenuhi dari semua lini kekuarangan yang ada. Sadarkan diri apa yang harus kita wariskan kepada anak cucu kita nanti. Jika harapan yang ditaruhkan, suatu asumsi yang beranggapan bahwa harapan adalah tujuan yang tertunda. dan itu adalah sebuah alasan yang membuang-buang waktu saja dan menyia-nyiakan suatu kehidupan. Tapi anggaplah bahwa itu hanya kesalahan yang bersifat manusiawi. Suatu kesalahan yang selalu menjadi rintangan disetiap proses yang sedang dijalani.

Terkadang, dunia selalu tidak adil terhadap apa yang kita dapatkan. Tapi apakah dunia itu selalu membawa kabar gembira? Tentu saja tidak. Karena semua tergantung pada apa yang kita lakukan. Tentu kita selalu ingin mengharapkan dunia yang seperti itu. Dimana didalamnya terdapat ketentraman, kemakmuran, kesejahteraan, kecerdasan, kearifan dan lain-lain yang siap dimiliki oleh disetiap orang dalam suatu negara. Hal itu bukanlah tidak mungkin mengingat bahwa mimpi juga bisa ditembus dengan amanah yang terpenuhi dan tekad yang lurus demi tercapainya suatu negeri yang kita impikan dimasa depan nanti guna memenuhi ekspektasi yang diambil dari suatu pepatah yang mengatakan bahwa “masa depan itu ditentukan dari sekarang dan kitalah yang menetukan masa depan itu”.
Sebagai wadahnya ilmu pengetahuan yang menetukan masa depan, tentu pendidikan layak dikedepankan. Harus kita akui bahwa pendidikan adalah salah satu hal terpenting dalam kehidupan. Untuk bisa terus berjalan dalam rotasi kehidupan yang tidak terasa membuat kita tidak boleh berjalan lamban. Semata-mata untuk menghindari dan melewati hambatan yang pada dasarnya dibuat oleh diri kita sendiri. Oleh karena itu kita bisa mengemban amanah dengan lancar dan mewariskannya hanya karena untuk berbakti pada negeri yang ada disetiap tekad kita dan berharap masa yang akan datang harus lebih baik dari masa kini. Buatlah asumsi bahwa masa kini adalah sejarah untuk masa depan sehingga mereka bisa mengetahui bahwa kita adalah pondasinya dan pada akhirnya generasi emaspun bukan sebatas mimpi, yang pasti akan terealisasi dimasa yang akan datang nanti.

Sumber : educationistik

Created By: Nurdin Akbar

0 komentar:

Posting Komentar