Comments

Jumat, 10 Juni 2016

Kenapa Perokok Pasif Lebih Berbahaya Daripada Perokok Aktif? Ini Jawabannya..

Sumber Gambar : www.kumpulanmisteri.com

Pada artikel sebelumnya membahas mengenai dampak fisiologis dari seorang perokok, sebenarnya pada dampak ini seorang perokok pasif bisa lebih besar terkena dampaknya dibanding perokok aktif. Jawabannya yaitu seseorang yang merokok hanya menghisap asap rokoknya sekitar 15% saja, sementara 85% lainnya dilepaskan untuk dihisap para perokok aktif. Itu berarti seorang perokok pasif kemukinan besar 85% terkena dampak fisiologis tersebut dibanding perokok aktif. Sungguh ironis jika hal itu benar-benar dialami oleh perokok pasif. Tapi bagaimanapun keadaannya, itu tergantung dengan lingkungan sekitar. Jika di suatu lingkungan dalam seharinya terdapat satu saja kegiatan merokok dan melepaskan asap rokok, itu bisa berbahaya bagi perokok pasif kalau terus berhari-hari. Apalagi jika dalam seharinya dapat menghabiskan beberapa batang, sungguh hal itu sangat merugikan bagi seorang perokok pasif. Solusinya, carilah lingkungan yang benar-benar bersih dari asap rokok, dan lingkungan itu tergantung kepada dengan siapa kita bergaul, apakah dengan teman yang seorang perokok atau bukan. Itu berarti kita harus pandai dalam hal ini terbebas dari asap rokok.

Pasti teman-teman sering mendengar slogan “merokok membunuhmu”.  Jika ditafsirkan oleh perokok menjadi “merokok itu membunuhmu, bukan membunuhku”. Hal ini jika dicermati ada benarnya juga, merokok memang tidak membunuh seorang perokok tapi membunuh orang-orang disekitarnya. Saya sempat berfikir bahwa mungkin inilah pembelaan dari para perokok yang tetap melanjutkan merokoknya. Yaitu berfikiran bahwa kemungkinan terkena penyakit yang ditimbulkan dari rokok lebih besar diterima yang bukan perokok. Sifat itu cenderung egois jika seorang perokok mempunyai niat yang benar-benar demikian. Karena hal itu benar-benar tidak mencerminkan sifat seorang muslim yang tidak boleh membahayakan/merugikan orang lain. Hal ini tertera pada hadits Nabi SAW:
عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ سعْدُ بْنِ سِنَانِ الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلَّمَ قَالَ : لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
Dari Abu Sa’id, Sa’ad bin Malik bin Sinan Al Khudri radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Janganlah engkau membahayakan dan saling merugikan”[Ibnu Majah no. 2341, Daruquthni no. 4/228, Imam Malik (Muwaththo 2/746)]

Dalam hadits tersebut, tidak boleh kita merugikan orang lain, dalam artian orang yang merugikan orang lain sama saja dengan menzhalimi orang tersebut, sedangkan hukum menzhalimi adalah haram. Ketahuilah, sebagaimana telah dijelaskan pada Hadits Abu Dzar :
“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan diriku berbuat zhalim dan menjadikannya haram juga diantara kamu, maka janganlah kamu berbuat zhalim”.  

Terus apakah rokok bisa merugikan orang lain? Tentu saja merugikan orang-orang disekitarnya yang menghisap rokok. Karena orang tersebut dalam keadaan tidak berbuat apa-apa sehingga harus terkena dampak dari rokok. Dan itu merupakan bentuk dari kezhaliman jika orang yang telah menghisap rokok (perokok pasif) tidak terima (tidak ridho) dirinya terkena dampak dari rokok.
Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca.

Penulis : Nurdin Akbar

0 komentar:

Posting Komentar